PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk memulai pembangunan kawasan berkelas dunia dengan fasilitas kesehatan berstandar Internasional, pusat riset global dan insitusi pendidikan bertaraf dunia. Pembangunan ditandai dengan seremonial ground breaking (tiang pancang) oleh Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo serta disaksikan Manajemen Jababeka dan para investor strategis. Selain memberikan apresiasi, Menkes menyatakan pemerintah siap untuk memberikan dukungan untuk memajukan konsep Medical City' yang dibangun di atas lahan seluas 74 ha dengan perkiraan investasi awal Rp. 7 triliun.

Hampir 100 ribu pasien mencari pengobatan di luar negeri dan hampir 600 juta dollar AS telah mengalir ke luar negeri pertahun semenjak 2003. "Untuk membendung arus tersebut, maka harus dibangun konsep Rumah Sakit International ini," ujar Siti dalam kata sambutannya sesaat sebelum meresmikan tiang pancang 'Medical City' di Cikarang, Bekasi, Rabu. Menkes mengakui, kemajuan dunia kesehatan di tanah air khususnya di wilayah Asia tidak luput dari dampak krisis ekonomi global sehingga perkembangan fasilitas kesehatan yang maksimal bagi publik cenderung melambat. "Selalu orang Indonesia itu gengsinya masih berorientasi luar negeri, ini budaya yang harus kita hilangkan dari sekarang, dengan 'Medical City' ini, kami harap dapat menarik orang-orang luar negri untuk berobat kedalam negeri," ungkap Menkes.

Direktur Utama Jababeka, SD Darmono mengatakan, gagasan dan ide pembangunan kesehatan kelas dunia ini jangan sampai surut akibat krisis perekonomian yang tengah mengancam dunia. "Kami juga akan membangun infrastruktur Jababeka Research Center (JRC) yang akan menjembatani dunia industri, bioteknologi dan penelitian kedokteran," ujar Darmono.


[ http://www.mediaindonesia.com/, 29 Oktober 2008 ]
Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.